Senin, 18 Desember 2023

Tokoh yang pernah mendapatkan somasi dari masyarakat

 Deddy Corbuzier Terima 80 Lebih Surat Somasi



          Dalam era digitalisasi, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau yang lebih di kenal sebagai Deddy Corbuzier, pemilik podcast terkenal ‘Close The Door’, seringkali mengundang berbagai tokoh dari selebritis hingga pejabat sebagai bintang tamu. Selain itu, Deddy juga mengelola acara bertajuk Somasi dengan tema stand up komedi.

            Meski dikenal sebagai pembawa acara yang humoris, Deddy Corbuzier tidak luput dari sorotan hukum. Dalam wawancara di kanal Youtube The Leonardo’s, Deddy mengungkap bahwa dirinya pernah disomasi lebih dari 80 kali. Meskipun awalnya merasa deg-degan, Deddy kini dengan santai menganggap surat somasi sebagai sesuatu yang lucu.

            “Onad menyebutkan kata somasi, saya boleh beropini bebas dari kata somasi itu. Lucu, lucu. Somasi itu lucu, entah itu somasinya di tempat saya sebagai ajang stand up komedi atau surat somasi yang datang ke saya, semuanya lucu,” ungkap Deddy Corbuzier.

             Pengakuan ini membuat Onad, pemandu acara, terkejut, mengingat Deddy menerima begitu banyak surat somasi namun tetap tenang. Deddy Corbuzier mengakui bahwa awalnya merasa deg-degan, tetapi seiring waktu, ia menjadi kurang memperhatikan surat somasi tersebut.

             Ternyata, surat somasi yang dilayangkan kepada Deddy Corbuzier terkait dengan ucapan-ucapannya yang seringkali kontroversial. Meski demikian, Deddy tetap menjalani kehidupannya dengan sikap santai terhadap berbagai tantangan hukum yang dihadapinya.

(AR)

Sumber:

https://www.hops.id/hot/pr-2945460188/terima-80-lebih-surat-somasi-deddy-corbuzier-isinya-lucu-semua?page=2

https://www.kompas.com/hype/read/2021/07/01/073213666/ketika-deddy-corbuzier-dapat-somasi-dan-akhirnya-minta-maaf#




Penghargaan yang pernah di dapat tokoh jurnalistik

 

MENGENAL LEBIH JAUH SOSOK PELOPOR PERS DI INDONESIA, DJAMALUDDIN ADINEGORO




        Djamaluddin Adinegoro, lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat pada tanggal 14 Agustus 1904, merupakan seorang penulis yang mengadopsi nama samaran Adinegoro. Nama ini diusulkan oleh Landjumin Tumenggung, pengasuh majalah Tjahaja Hinia, untuk menarik pembaca dari Jawa. Djamaluddin, atau lebih dikenal dengan Adinegoro, terkenal dalam dunia persuratkabaran dan dianggap sebagai pelopor pers Indonesia.

      Adinegoro memiliki latar belakang keluarga yang memungkinkannya masuk ke Europeesche Lagere School (ELS), meskipun sekolah tersebut awalnya ditujukan untuk anak-anak Belanda. Pendidikannya dilanjutkan ke HIS dan kemudian ke School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Betawi. Namun, minatnya dalam menulis membawanya ke dunia jurnalistik, menghentikan studi kedokterannya.

        Kiprahnya dalam jurnalistik membuatnya dianugerahi gelar Perintis Press Indonesia. Dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai badan tertinggi insan press nasional, menyediakan tanda penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik terbaik setiap tahunnya, yaitu “Hadiah Adinegoro”. Meskipun sastra bukan fokus utamanya, dia menulis dua novel pada awal kariernya, Darah Moeda dan Asmara Djaja, yang mengangkat tema konflik antargenerasi dan perkawinan antarsuku. Selain itu, Adinegoro juga menulis novel perjalanan berjudul Melawat ke Barat (1987), Dengan novel ini Adinegoro mengukuhkan profesinya sebagai sastrawan sekaligus sebagai wartawan. Dapat dikatakan bahwa kegiatannya dalam dunia kesusastraan membawa jenis penulisan sastra yang sekarang dikenal sebagai jurnalistik sastra yang dikembangkan Goenawan Mohamad dalam Tempo.


(AR)


Sumber: 

https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/29/080000079/biografi-singkat-djamaluddin-adinegoro

https://inibaru.id/legendary/sang-legenda-pelopor-jurnalistik-indonesia-dari-tanah-minang-djamaluddin-adinegoro





Tokoh yang pernah mendapatkan somasi dari masyarakat

  Deddy Corbuzier Terima 80 Lebih Surat Somasi           Dalam era digitalisasi, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau yang lebih di ...